28 Jan 2008

himpunan hikmah



Himpunan hikmah, pembangkit jiwa,
Luahan teladan corak teknologi,
Sungguh perlu untuk dihayati,
Dari perasaan cinta,
Mereka yang digelar ikhwah,
Tamsilan yang sukar dibandingkan,
insyaAllah, akan dijelmakan dalam lisan dan perlakuan,



“Sesungguhnya perjalanan seorang Daie itu sangat panjang dan melelahkan. Ketika itu orang lalai akan hairan melihat Daie mengsengsarakan diri dalam kelelahan dan bertanya “ Sampai bila kau akan melelahkan diri”,. Dijawab Diae dengan pasti “ Sebenarnya aku mengharap pengistirehatan (Syurga).”-al-fawaid-Ibnu Qayyim.

Akh Zul, 6.51 am, 16 Ramadhan 1428.

Sesungguhnya syaitan itu tidak mempunyai kekuasaan terhadap orang-orang mukmin dan bertawakal kepada Allah. Sesungguhnya kekuasaannya hanya atas orang-orang yang mengambilnya sebagai teman dan atas orang-orang yang mempersekutukan Allah-An-Nahl: 99-100. yang mana satu kita? Pilihlah…”

Akh Meor, 2.27 pm, 10 Syaaban 1428.

“ Biar nafsu sunyi tanpa godaan, biar kaki sunyi tanpa berjalan, tetapi jangan biarkan akal sunyi tanpa ilmu dan jangan biarkan hati sunyi tanpa cinta kepada Allah SWT”

Akh Meor, 6.50 pm, 9 Ramadhan 1428.

“ Aku tetap tak peduli, asalkan aku seorang muslim, biarpun diriku dibunuh mati, untuk Allah kematianku pasti”

Akh Amir (KUIS), 12.51 am, 9 Ramadhan 1428.

“To love someone is nothing, tobe love by someone is something, to be love by someone you love is exciting, but to be love by Allah is everything”

Akh Limi, 10.14 pm, 8 Ramadhan 1428.

“ Wahai hatiku yang layu, hamparkanlah pengakuanmu, surutkanlah keangkuhanmu, takut dan tunduklah pada Rabbmu, tutupilah dengan hijab malu, biar hanya
Dia dalam mu”

Akh Shahman, 10.04pm, 8 Ramadhan 1428.

“ KETENTERAMAN, KETENANGAN DAN PERLINDUNGAN, itulah kata yang tepat untuk gambar hubungan antara pria dan wanita. Seorang Akhwat, wahai Akhi, berlindung kepada suaminya untuk peroleh keKUATan dan keHIDUPan, sedangkan PRIA berLINDUNG kepada isterinya untuk peroleh KECINTAAN dan KEHIDUPAN. Ambil peluang bulan Ramadhan untuk doa dapat perhiasan MAHAL.”

Akh Halimi, 11.37 pm, 7 Ramadhan 1428.

“ Jika HATI sejernih air, jangan biar ia keruh, jika HATI seputih AWAN, jangan biar mendung, jika HATI seindah bulan, hiasi ia dengan IMAN, Selamat menyambut Ramadhan Al Mubarak”

Hamba Allah, 10.08 pm, 3 Ramadhan 1428.


“ Jadi faqih atau jadi sufi, benar! Itu sifat yang perlu ada pada seorang yang bergelar murobbi, kerna kita tidak mahu menghukum sosok-sosok tubuh yang masih lena dibuai mimpi, bagi mereka maksiat menjadi tabi’I, bahkan sudah sebati dalam diri, khayal melayan nafsu memuaska kendiri, kita sebagai daie harus sedar mereka ini sedang lupa pada Ilahi, akibat tergoda dengan tipuan syaitan yang dilaknati, oleh seluruh penduduk langit dan bumi, ingat ku pesan!
Jangan pandang mereka dengan rasa benci, itu bukan karakter seorang Daie, sebaliknya bimibing mereka dengan strategi, pelajarilah seni-seni menyentuh hati, tidak kira kafir atau muslim fitrah kita sama bertauhidkan Allah sejak sebelum lahir lagi, jadi jangan gentar pada ancaman, jalan dakwah memang penuh dengan onak dan duri, putus asa dengan dugaan penyebab rugi, kita mengajak insan kembali pada sifat semulajadi, ingatlah!
Pertolongan Allah pada pencinta sejati, cakar-mencakar sesama jemaah perlu dihindari, sebaiknya saling melengkapi, berbeza kelompok berbeza seni, bersatulah!.Jangan syok sendiri, jangan jadi buih yang banyak tetapi tidak berdaya dipukul badai ke sana-sini.”

Akh Zul, 1.30 am, 5 Syaaban 1428.

“Demi Allah, waktu malam terasa begitu panjang bagiku jika aku teringat saudara-saudara seagamaku, lalu aku berharap segera tiba waktu pagi sehingga aku bias memeluknya, kerana kerinduan kepadanya”-Umar Al-Khattab.

Akh Zul, 9.58 pm. 29 Rejab 1428.

“no sweet thoughts to forward, no cute graphics to send, just a LOVING FRIENDS saying…Happy friendship day.”

Fairus(Ayus), 1.46pm, 17 Rejab 1428.

“Tidak ada suatupun yang paling berharga yang dimiliki oleh seseorang insan selepas nikmat Islam selain teman yang soleh. Apabila kamu dapati wujud kasih sayang padanya, maka peganglah ia dengan sungguh-sungguh”-Umar r.a

Akh Lan. 0000, 00 1428.

“Kekerabatan memerlukan kecintaan tetapi kecintaan tidak memerlukan kekerabatan”.-Saidina Ali k.w. (moga cinta kita hanya kerana Allah dan takkan pernah tergugah selamanya.)

Akh Meor,10.25 pm, 13 Rabi’ul akhir 1428.

“Family and friends could come close to us but no one really knows us or can help us except Allah, indeed, we are born alone will die alone and will stand for judgement alone, I had always felt alone, I was right,… masyaAllah.

Akh Zul, 6.28 pm, 1 Rabi’ul akhir 1428.

“Dakwah bukan hanya amanah dan kesempatan, melainkan juga sebuah anugerah dan kerananya pula manusia berhak untuk menikmati keindahannya”.

Akh faridul, 12.35 pm, 17 Rabi’ ul Awal 1428.

“menurut Dr. Yusuf Qardhawi dalam bukunya taubah ilallah, antara sarana bertaubat adalah kehendak yang kuat untuk mengubah lingkungan dan temannya kepada yang lebih baik. Teman dimana dengan melihatnya kamu teringatkan Allah, tutur katanya mendorong ketaatan kamu kepada Allah dan perilakunya mendorong kamu menuju Allah.
Akh Syafiq, 5.23 pm, 3 Rabi’ ul Awal 1428.


“Kami memperhatikan hadis-hadis dan nasihat-nasihat ini, tetapi kami tidak mendapatkan sesuatu yang lebih memperhalus hati dan lebih mudah mendatangkan kesedihan selain daripada membaca al-quran dan mentadabburinya.”- Wahib b. Al Ward.
“apakah tanaman al-quran di dalam hati kalian wahai ahli al-quran, sesungguhnya al-quran ialah penyubur orang mukmin sebagaimana air hujan menjadi penyubur tanah”. Malik bin Dinar.

Akh Zul, 12.21 am, 18 Safar 1428.

“Dakwah kita: “ Tenang tapi lebih kuat dari angin taufan ; Tawadhuk tapi lebih tinggi dari gunung; Sempit tapi lebih luas dari batas-batas wilayah bumi seluruhnya; Bersih dari fenomena kepalsuan dan menawan tapi penuh dengan keagungan, kebenaran, keindahan, wahyu dan pertolongan Allah”-Al Banna.

Akh Abu, 10.38 pm, 28 Muharram 1428.

“Mengingati TEMAN tanda persahabatan, mengingati MATI sumber keteguhan iman, mengingati AKHIRAT semulia-mulia ingatan dan mengingati ALLAH nadi ketenangan..Happy eiduladha”-

Akh Rashidi, 7.52 pm, 10 Zulhijjah 1427.

“Sesungguhnya ALLAH itu Maha Pengasih lagi penyayang pada hambanya… Jika Allah sayang pada seseorang, maka ALLAH bagi iman, jika ALLAH sayang lagi, ALLAH bagi kekuatan untuk amal agama dengan sempurna dan jika ALLAH sayang lagi, ALLAH akan susahkan hambanya dalam kehidupan terutama dalam urusan menjaga dan menegakkan agama, itulah bukti kasih sayangNYA...berjuanglah dan jangan putus asa selagi masih ada masa… sayang ALLAH janjinya pasti!!”

Ashraf-KAKS, 5.24 am, 14 Ramadhan 1428.

“ Dunia memang kejam, sebab membuat diri ini sibukkan diri dengannya, namun diri ini lebih kejam sebab memilih untuk menyibukkan diri dengan dunia, layakkah diri yang kejam ini mendapat cinta wanita apatah lagi cinta-Nya”.

Akh Halimi, 9.16 pm, 14 Muharram 1429.

EF Loyal Mujahid
SMizanSaidin
Himpunan Hikmah
Alfatah_mujahid06@yahoo.com.my

24 Jan 2008

Tunjang di batasan dakwah

Mulai saat itu,
Kaki terus melangkah,
Meredah denai-denai,
Merintis tapak dan laluan yang sama,
Lantas mencuba nasib di batasan dakwah,
kerna keliru melihat kepincangan semasa,

Dahulu,
Yang dibanggakan adalah teladan,
Yang selayaknya dijadikan iktibar,
Tapi itu dulu,
zaman kejahilan disempadankan,
saat kemuliaan diasah di fikiran.

kini,
segalanya memuncak,
atas alasan paling logika,
hanya dengan slogan “menuju puncak”,
mereka berbondong-bondong,
meratap kehadiran pemuka-pemuka baru,

martabat, imej, personaliti, maruah,
aaaah, apa saja,
ditatap dengan parameter dan skala yang berlainan,
rumus yang terlalu mudah untuk ditafsirkan,
lekat di ingatan,
hatta kanak-kanak yang kita gelar hingusan,
mudah dan sangat mudah.

manusia ditertawakan,
oleh apa yang ditangan mereka,
mereka dihina,
dihadapan teknologi yang digelar dunia,
yang telah bertukar rentak dan irama.

adakah silibus kita,
telah lapuk dek hujan,
atau tsunami yang melanda,
meninggalkan lopak selama-lamanya.

Tunjangkan kembali,
Apa yang telah diraih,
Pada sidang nubuwwah,
Pada dewan para sahabah,
Moga-moga,
Apa yang kita laung dan bahaskan,
Didengar dan dinilai,
Dihadapan yang Maha Mulia.

EF Loyal Mujahid
SMizanSaidin
Tunjang di Batasan Dakwah
Alfatah_mujahid06@yahoo.com.my

Cinta menurut Al-Quran dan Sunnah

Kerana cintanya dia menjadi hamba,
Padahal sebelumnya dia adalah raja,
Kegarangan istana tiada lagi menyertai,
Dia di puncak gunung menyendiri sendiri,
Pipi tertempel di tanah berdebu,
Seakan bantal-bantal sutra untuk bertumpu,
Beginilah kehinaan menimpa orang merdeka,
Jika cinta melanda dia laksana hamba sahaya
1

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan kecintaan untuk mendapatkan apa yang dicintai sebagai jalan, yang menciptakan ketaatan dan ketundukkan kepada-Nya berdasarkan ketulusan cinta sebagai bukti, yang menggerakkan jiwa kepada berbagai bentuk kesempurnaan sebagai pendapat untuk mencari dan mendapatkan cinta itu, yang telah menganugerahi alam atas dan alam bawah untuk mengeluarkan kesempurnaan-Nya dari kekuatan kepada perbuatan sebagai penghamparan, yang telah membangkitkan hasrat dan minat untuk meraih tujuannya sebagai pengkhususan baginya.

Tentunya, bila mana individu mengupas isu-isu berkenaan cinta, lafaz atau istilah yang paling mudah hanya akan menyentuh persekitaran mereka, kerana mata melihat dan otak kemudiannya menafsirkan mengikut kecenderungan nafsunya. Individu gemar membataskan cinta hanya kepada manusia, lelaki cintanya adalah wanita, dan begitulah sebaliknya sehinggakan mereka berlebih-lebihan dalam cinta yang tidak syar’ie ini.

“Adapun orang-orang beriman sangat besar cintanya kepada Allah”.[2:165].

Mahabbatullah2 (Cinta kepada Allah) mencirikan kesempurnaan cinta alam atas dan alam bawah, ketika mana kita mengenal puncak segala cinta, maka kita akan mengetahui perbedaan antara cinta kepada Allah dan cinta kepada selain-Nya. InsyaAllah kita akan dapat melihat peri pentingnya meletakkan seluruh urusan kehidupan pada teras kecintaan Allah, Rasul dan perjuangan. Mukmin yang ikhlas akan dapat merasakan kecintaan Allah pada mukmin yang lainnya dan mengetahui kewajipannya dalam menunaikan hak mencintai saudaranya.

Penulis ingin memetik pendapat Ibnu Qayyim,
Ibnu Qayyim menyebutkan beberapa elemen yang memainkan peranan dalam mempengaruhi pesona cinta. Antaranya, sifat orang yang dicintai dan pesona keindahannya, kedua adalah perasaan orang yang mencintai terhadap orang yang dicintai dan ketiga adalah keserasian yang meliputi keselarasan dan kesesuaian antara orang yang mencintai dan orang yang dicintai.

Syariat Islam yang agung meletakkan perbandingan yang ketara diantara dua kelompok cinta. Kategori cinta yang pertama meletakkan Allah dan Rasul sebagai pengaturcara dalam keseluruhan sistem hidup. Kategori cinta yang kedua adalah merupakan tafsiran yang songsang mengenai hakikat cinta yang diterjemahkan oleh mereka-mereka yang meletakkan اﻠﮪوى sebagai parameter.

Cinta yang menjadikan syariat sebagai asasnya dan didasari dengan ketulenan iman meletakkan pelakunya sentiasa di bawah naungan Tuhan.
Dan orang-orang yang beriman, berserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam syurga), dan kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya”. Thuur [53:2]).

Prof. Hamka3 menjelaskan bahawa ayat ini menunjukkan kasih-sayang Allah kepada manusia yang mana jika seseorang ayah tidak melupakan didikan kepada anak cucunya, nescaya si anak akan memahami perjuangan si ayah. Ini kerana usaha membela agama Allah tidak hanya berhenti sekadar pada perjuangan si ayah, malahan diperpanjangkan pula pada si anak.

Cinta yang berlandaskan syahwat merupakan pengaruh dari iblis, manusia terbawa-bawa dengan tafsiran cinta yang sebaliknya. Cinta yang ditafsirkan sebagai اﻠﻌشق membawa pengertian cinta yang meluap-luap. اﻠﺠوى yang membawa maksud cinta yang membara. Istilah inilah yang memburukkan pengertian sebenar kalimah cinta.
Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, haiwan ternakan dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik”.[3:14]

Cantik kiranya kita membahaskan betapa cintanya Allah kepada hamba-Nya. Salah satu contoh cinta Allah adalah dari melihat sifat cemburu Allah SWT, bagaimana ? Allah sangat-sangat cemburu bilamana lidah hamba-hamba-Nya tidak digunakan untuk menyebut nama-nama-Nya, tetapi digunakan untuk menyebut perkara-perkara yang berlawanan dengan kesucian nama Allah. Bayangkan dari sekian 99 nama Allah, tiada satupun yang menjadi dzikir hamba-Nya, manusia lebih tertarik dengan omongan kosong dan kata-kata dusta, Naudzubillah.

Lagi parah seandainya Allah cemburukan setiap anggota tubuh hamba-Nya yang saban kali mendurhakai Penciptanya, ya, seringkali menafikan Penyembuhnya dengan amalan nista yang kekalutan. Bukan diarahkan pada mimbar keEsaan Allah, bukan diperkukuhkan dengan ketaatan kepada Yang Mutlak, sungguh cemburunya Yang Di Pertuan Agong.

Sahabat, Allah SWT sama sekali tidak membenarkan tubuh badan hamba-Nya disibukkan dengan kelalaian dan kecuaian, dipenuhkan dengan hal-hal yang menafikan ketaatan kepada Allah. Dan dengan itu Allah akan menimpakan berbagai macam seksa serta cubaan, kerna Allah sangat cemburu, mana mungkin Dia membenarkan setiap lapisan tisu dan organ badan yang dicipta dengan begitu teliti, disalah guna, dizalimi oleh ciptaan itu sendiri. Segala seksaan sebenarnya adalah untuk mengembalikan hati manusia kepada Allah.

Oleh kerna itulah Allah mengharamkan perkara-perkara yang keji dan hina, dan mensyariatkan hukuman yang keras dan pedih ke atas manusia di atas perlakuan mereka yang melanggar syiar Islam.

Perasaan Ibrahim mencintai ayah kandungnya, Azar menimpa juga kepada Nabi Muhammad yang amat mencintai bapa saudaranya, Abu Thalib. Cinta anak kepada ayah, cinta anak kepada bapa saudaranya sudah selayaknya bagi seorang insan Kamil. Namun di samping cinta sebagai perasaan halus insan, ada lagi timbangan keadilan tertinggi yang harus dipelihara. Apabila seluruh cinta telah dipusatkan kepada Allah yang Maha Adil, selesailah doa dan tenteramlah hati.



1 Cinta & Rindu (Menurut Al-Quran dan As-Sunnah), Ibnu Qayyim Al Jauziyyah.

2 Mahabbah ( Ibnu Qayyim menterjemahkan Mahabbah sebagai kasih sayang).

3 Tafsir Al- Azhar, Prof. Dr. Hamka.

EF Loyal Mujahid
SMizanSaidin
Cinta menurut Al-Quran dan Sunnah
Alfatah_mujahid06@yahoo.com.my

17 Jan 2008

Mujahid itu Pencinta

Mujahid itu pencinta,
Meleraikan bathil dari yang haq,
Menarik keluar sisa-sisa kepalsuan,
Dari fana yang mengaburi dunia.

Mujahid itu mulia,
Mengotori diri dengan kata nista,
Lemparan manusia jahil,
Tentang hidup sebagai umat manusia.

Mujahid itu peramah,
Sesama insan, muslim atau sebaliknya,
Tidak dibezakan antara yang berakidah,
Ataupun yang keliru dalam mencari sejadah.

Mujahid itu setia,
Pada pengakuan, pada perkataan,
Dan pada perbuatan,
Kerna mereka dirantai keredhaan Tuhan.

Mujahid itu terpanggil,
Untuk ke sana dan ke mari, mengembala diri,
Menggali kecenderungan manusia,
Untuk menembus karamah didada insan.

Itulah mujahid,
Nikmat tertinggi yang ingin digapai,
Mereka yang kenal erti harakah, dan
Bagi saudara yang menyusuri liku-liku dakwah.

Itulah harapan penggari tarbiyah,
Dalam melaksanakan ajaran sunnah,
Mengongkong beban dipundak kemuliaan,
Menjinjing keletihan bersalut kenikmatan.

EF Loyal Mujahid
SMizanSaidin
Mujahid itu Pencinta
Alfatah_mujahid06@yahoo.com.my

Penciptaanku bukan sia-sia



Kamu mencari ketenangan dalam kesesakan,
Kamu mendiami dunia tanpa kehidupan,
Dan kamu menilai kenyataan dengan neraca kepalsuan,
Bak fatamorgana tanpa kesudahan.

Disana terletak sebuah ketentuan,
Yang pasti, Yang realiti dan yang sudah mesti akan dimiliki,
tapi disini kamu dikaburi,
dengan kesungguhan dajjal-dajjal yang dianggap suci.

Kamu melihat, menilai dan mentafsir,
dengan parameter yang dicanai sendiri,
tanya pada diri, adakah pasti, nanti,
kamu tidak akan dinodai.

Aku cuba menjadi benteng,
antara kesesakan dan ketenangan,
Laksana gagahnya Raja Zulkarnain,
Mencipta pemisah antara kerosakan dan kebaikan,
Menyebak ketabahannya menggempur timur dan barat,
dan mencecah debu-debu dunia.

Aku melihat pada Al-Azhar,
Aku menilai dari Fi Zhilalil Quran,
dan aku mentafsir dengan lembaran Sunnah,

Kerna aku percaya,
Kedaulatan Agama terletak pada asasnya,
Kerna aku percaya,
kesempurnaan agama ini,
hanya terletak pada yang mengikuti sunnahnya,
dan kerna aku percaya,
Kesucian agama ini tertumpu pada peribadi penganutnya.

Dan sungguh,
telah aku meminta janji dari Tuhan,
tanpa aku memberi janji para siddiqin, syuhada
dan para salihin.

Aku menangis,
tanpa aku tatapi
betapa khilafnya diri,
Aku tersedu,
tanpa aku soroti kesilapan diri,

Inilah punca dari rentetan,
sejarah dan peristiwa,
yang telah diselami,
oleh mereka-mereka yang punyai harga diri.

Kekadang ku tersedar,
setelah kekadang ku tersilap,
Oh Tuhan, telah Kau firmankan untuk hambamu,
Dalam kalamMu,
-Manusia adalah sebaik-baik kejadian,
dan manusia dipilih untuk menjadi Khalifah.

Namun terkadang sukar untuk diri akui,
Penciptaanku bukan sia-sia.

Regards,

EF Loyal Mujahid
SMizanSaidin
Penciptaanku bukan sia-sia
Alfatah_mujahid06@yahoo.com.my

Setiap orang yang berusaha untuk meninggikan kalimah Islam boleh menggunakan segala yang ada padanya seperti harta benda, jiwa raga, pena (penulisan), dan lisan (dakwah).
-Sayyid Abul 'Ala al Maududi-