selamat menyambut hari kemerdekaan
dan selamat menyambut Ramadhan al Karim
saya akan ke Sabah untuk seminggu, bila sampai kembali ke Tanah Semenanjung, gimik kemerdekaan akan bermaharajalela, manusia akan melata gembira,
tapi diri ini tentu teruja dengan kemerdekaan yang bakal disambut pada malam 1 Ramadhan,
satu bulan yang ditunggu dalam setahun, satu harinya yang bersamaan dengan nilai ibadah yang berganda-ganda. Permulaan malam seribu bulan. Tentunya saat gembira bagi para ghuraba.
Ramadhan, medan meninggikan ketaqwaan, diangkat kemuliaan diri manusia, terus dari Pencipta. Ghuraba' yang terus mengembara, akan berhenti singgah di perhentian Ramadhan, mencari bekas untuk menanam bekalan, akan dicari air semulia air zam-zam untuk ditadah sebagai bekal. Akan mereka kutip rumput yang melata di bumi untuk dijadikan benih tanaman.
Ya Allah, Ramadhan ku menjelma, rindu yang telah lama dipendam akan ku lepaskan, akan ku tadah zarah syurgaMu Ya Allah, akan ku cari tintaMu, akan aku, semampu ku, seupaya aku.
firmanMu,
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. "
akan ku cari merdeka ini dengan Ramadhan Mu,
mulia sangatkah diri ini, andai merdeka dianggap pesta, tiadakah aku memerhati ayat-ayat Mu,
aku di cipta dari yang hina, merdeka apa yang dicari?
aku istilahkan merdeka dengan makar dunia, corak kehidupan yang tiada yang guna.
Kekadang buntu tak temui jalan keluar.
Kemerdekaan hanya mulia dengan makna CINTA, cinta Allah, pada Rasul dan juga pada kalam Nya. Sayu hati melihat nasib manusia yang merdeka pada slogan mereka.
Puasaku akan terangkat ke langit sana, disaksikan oleh Tuhan ku
dinilai dengan saksama, berganda atau berkurang
keadaan yang aku tak pasti akhirnya.
Ghuraba' akan melaksana misi, mencipta solusi terbaru dengan hasrat yang segar sejati.
Seantero akan menjadi saksi, mulia sang pengembara mentafsir mimpi menjadi realiti.
Wahai saudara, tangguhkan merdeka buat sebulan, akan kita saksikan merdeka dalam kesedihan.
Kita jangan lupakan Ramadhan,
langsaikan disini semampu kita,
jangan bertangguh tapi bersungguh
InsyaAllah, pertemuan akan jadi indah
lebih mulia dari sekadar madah
Bertemu Ramadhan hati jadi berbunga,
merdekakah kita andai masih menyendiri tanpa menjana
SMizanSaidin
Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal
22 Ogo 2008
Berjuang dan bersabarlah dalam meniti kejayaan
Sering kali apa yang diimpi atau diharapkan tidak menjadi kenyataan sebaliknya pelbagai dugaan menghampiri diri ketika saat hampir menggapai kejayaan. Berikut disiarkan panduan (petua) menghadapi dugaan, kegelisahan dan kemurungan.
1. Kita bertanya : kenapa aku diuji?
Al- Quran menjawab, “ Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan, “Kami telah beriman,” (I am full of faith to Allah) sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (29 : 2-3)
2. Kita bertanya : kenapa aku tak dapat apa yang aku idam-idamkan?
Al-Quran menjawab : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (2 :216)
3. Kita bertanya : kenapa ujian seberat ini?
Al-Quran menjawab : “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”(2:286)
4. Kita bertanya : kenapa rasa kecewa?
Al-Quran menjawab : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang beriman.”(3:139).
5. Kita bertanya : bagaimana akan menghadapinya?
Al-Quran menjawab : “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih dari kesabaran musuh, (di medan perjuangan ), dan bersedialah ( dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertakwalah (be fearful of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya kamu berjaya(beruntung,-mencapai kemenangan). (3: 200)
6. Kita bertanya : bagaimana perlu aku menghadapinya?
Al-Quran menjawab : “ Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan solat ; dan sesungguhnya solat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.” (2:45).
7. Kita bertanya : apa yang aku dapat dari semua ini?
Al-Quran menjawab : “Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang mukmin, diri, harta, mereka dengan memberikan syurga kepada mereka,....(9:111)
8. Kita bertanya : kepada siapa aku berharap?
Al-Quran menjawab : Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” (9:129)
9. Kita berkata : aku tak dapat tahan!
Al-Quran menjawab : “Dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum kafir.”(12: 12)
sumber : Siasah
Dan aku mekar kerana Bangsaku
Dan bangsaku adalah Bangsa ISLAM
SMizanSaidin
Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya. Hanya
1. Kita bertanya : kenapa aku diuji?
Al- Quran menjawab, “ Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan, “Kami telah beriman,” (I am full of faith to Allah) sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (29 : 2-3)
2. Kita bertanya : kenapa aku tak dapat apa yang aku idam-idamkan?
Al-Quran menjawab : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (2 :216)
3. Kita bertanya : kenapa ujian seberat ini?
Al-Quran menjawab : “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”(2:286)
4. Kita bertanya : kenapa rasa kecewa?
Al-Quran menjawab : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang beriman.”(3:139).
5. Kita bertanya : bagaimana akan menghadapinya?
Al-Quran menjawab : “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih dari kesabaran musuh, (di medan perjuangan ), dan bersedialah ( dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertakwalah (be fearful of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya kamu berjaya(beruntung,-mencapai kemenangan). (3: 200)
6. Kita bertanya : bagaimana perlu aku menghadapinya?
Al-Quran menjawab : “ Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan solat ; dan sesungguhnya solat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.” (2:45).
7. Kita bertanya : apa yang aku dapat dari semua ini?
Al-Quran menjawab : “Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang mukmin, diri, harta, mereka dengan memberikan syurga kepada mereka,....(9:111)
8. Kita bertanya : kepada siapa aku berharap?
Al-Quran menjawab : Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” (9:129)
9. Kita berkata : aku tak dapat tahan!
Al-Quran menjawab : “Dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum kafir.”(12: 12)
sumber : Siasah
Dan aku mekar kerana Bangsaku
Dan bangsaku adalah Bangsa ISLAM
SMizanSaidin
Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya. Hanya
kepadaNya aku bertawakkal
15 Ogo 2008
Diri Ini
Terkadang ku takut, Ya Allah,
Kerna diri ini, bila iri,
Lantas ia sering melupai,
Cebisan kerisauan itu,
seringsaja membuatkan diri rasa sunyi-
Lantaran kedhaifan diri yang begitu meragut,
Kerap aku mengecam,selepas puas dikecam,
namun penghujungnya, penyudahnya,
membutakan hati, merencatkan minda,
Aku risau, lantaran nama-nama hebat,
Sering saja kedengarannya gugur,
Menggugupkan yang tinggal,
Adakah bisa diri ini juga merasa
kepahitan sang pengembala,
tatkala mengatur jarum-jarum kehidupannya.
Puas aku berkeras, untuk memaksa kejahilan,
Keluar dari lekuk-lekuk minda,
Supaya tiada lagi kekangan
atau sebarang bentuk alasan.
Apakah kekacauan ini, bisa memekak telinga,
Dengan pendapat yang sering saja tersasul,
Dengan keputusan yang menzahirkan kebaculan.
Hampir tiba saatnya,
Sekarang diri perlu berdiri,
Kalau perlu ia dihadapan,
Ia jadi tamsilan,
Kalau perlu seiringan,
Ia jadi pedoman.
Faqir il Allah
Diri Ini
Majulah ikhwah untuk Dakwah
Kerna diri ini, bila iri,
Lantas ia sering melupai,
Cebisan kerisauan itu,
seringsaja membuatkan diri rasa sunyi-
Lantaran kedhaifan diri yang begitu meragut,
Kerap aku mengecam,selepas puas dikecam,
namun penghujungnya, penyudahnya,
membutakan hati, merencatkan minda,
Aku risau, lantaran nama-nama hebat,
Sering saja kedengarannya gugur,
Menggugupkan yang tinggal,
Adakah bisa diri ini juga merasa
kepahitan sang pengembala,
tatkala mengatur jarum-jarum kehidupannya.
Puas aku berkeras, untuk memaksa kejahilan,
Keluar dari lekuk-lekuk minda,
Supaya tiada lagi kekangan
atau sebarang bentuk alasan.
Apakah kekacauan ini, bisa memekak telinga,
Dengan pendapat yang sering saja tersasul,
Dengan keputusan yang menzahirkan kebaculan.
Hampir tiba saatnya,
Sekarang diri perlu berdiri,
Kalau perlu ia dihadapan,
Ia jadi tamsilan,
Kalau perlu seiringan,
Ia jadi pedoman.
Faqir il Allah
Diri Ini
Majulah ikhwah untuk Dakwah
Cita cintaku
Aku menggambarkan cita-cita,
kerna ingin menukilkan sejarah,
Dengan pena yang mekar ditangan,
Aku ingin terus melakar.
Disebalik samaran dunia,
Tersimpan satu hikmah istimewa,
Kerana watak dunia,
Yang berbagai rencana dan peristiwa.
Lantas aku ceriakan suasana,
Agar ia sentiasa bersama,
Dalam aku mewarnai,
Kemuliaan cinta,
Yang bakal aku mulai dengan cita.
Manusia seringkali ketandusan,
Kerana menilai pada yang sementara,
Pada fatamorgana,
Mereka mencampakkan cinta,
Ke dasar jurang Mariana,
Meletakkan kehinaan pada takhta kemuliaan,
Kemudian merentap dengan penuh zalim,
Membekaskan sisa-sisa mungkar pada jambatan keadilan
Regards,
S. Mizan Saidin
Cita Cintaku
Majulah Ikhwah Untuk dakwah
http://www.ikhsaninsan.blogspot.com
kerna ingin menukilkan sejarah,
Dengan pena yang mekar ditangan,
Aku ingin terus melakar.
Disebalik samaran dunia,
Tersimpan satu hikmah istimewa,
Kerana watak dunia,
Yang berbagai rencana dan peristiwa.
Lantas aku ceriakan suasana,
Agar ia sentiasa bersama,
Dalam aku mewarnai,
Kemuliaan cinta,
Yang bakal aku mulai dengan cita.
Manusia seringkali ketandusan,
Kerana menilai pada yang sementara,
Pada fatamorgana,
Mereka mencampakkan cinta,
Ke dasar jurang Mariana,
Meletakkan kehinaan pada takhta kemuliaan,
Kemudian merentap dengan penuh zalim,
Membekaskan sisa-sisa mungkar pada jambatan keadilan
Regards,
S. Mizan Saidin
Cita Cintaku
Majulah Ikhwah Untuk dakwah
http://www.ikhsaninsan.blogspot.com
Tercipta untuk Tuhan
Ada yang perlu kita fahamkan
Tentang kehidupan dan tarbiyah
Semuanya perlu kepada belajar dan mengajar
Semuanya perlu kesabaran dan keikhlasan
Lantaran rindu dia salurkan pada mentari
Lantaran cinta dia halakan pada bulan
Lantas cipta dia untuk Tuhan
Sesungguhnya Engkau tahu
Bahawa hati ini telah berpadu
Berhimpun dalam naungan cintaMu
Bertemu dlm ketaatan
Bersatu dalam perjuangan
Menegakkan syariat dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya
Kekalkanlah cintanya
Tunjukilah jalan-jalannya
Terangilah dengan cahayaMu
Yang tiada pernah padam
Ya Rabbi, bimbinglah kami
Ladang dakwah terbentang luas
Kewajiban kita untuk menyirami tanah-tanah tandus
Menyemai benih-benih unggul
Agar tumbuh pohon-pohon kejayaan Islam
DAKWAH INI AKAN TERUS MENGALIR MENUJU REDHA ALLAH
Jangan bersedih.
Dimana kita berada,
disitulah dakwah kita sebarkan
kita cari benih yang baik
kalau dapat benih
wahai mujahiddin,
diseluruh dunia, di mana sahaja kalian berada
buanglah rasa takut di dada kalian
meskipun kalian berasa sempit dan sedikit
Allah dan para malaikatNya
Akan menolong kalian
dari jalan yang tidak terduga-duga
ribuan langkah kau tapaki
pelosok negeri kau jelajahi
tanpa kenal lelah jemu
sampaikan firman TuhanMu
terik matahari
tak surutkan langkahmu
deru hujan badai
tak lenturkan azammu
lapangkanlah dada kami
dengan kurniaan iman
dan indahnya tawakal padaMu
hdupakan dgn makrifatMu
matikan dengan syahid di jalanMu
Engkaulah Pelindung dan Pembela
Dalam kenangan
Allahyarham KH Rahmat Abdullah
Tentang kehidupan dan tarbiyah
Semuanya perlu kepada belajar dan mengajar
Semuanya perlu kesabaran dan keikhlasan
Lantaran rindu dia salurkan pada mentari
Lantaran cinta dia halakan pada bulan
Lantas cipta dia untuk Tuhan
Sesungguhnya Engkau tahu
Bahawa hati ini telah berpadu
Berhimpun dalam naungan cintaMu
Bertemu dlm ketaatan
Bersatu dalam perjuangan
Menegakkan syariat dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya
Kekalkanlah cintanya
Tunjukilah jalan-jalannya
Terangilah dengan cahayaMu
Yang tiada pernah padam
Ya Rabbi, bimbinglah kami
Ladang dakwah terbentang luas
Kewajiban kita untuk menyirami tanah-tanah tandus
Menyemai benih-benih unggul
Agar tumbuh pohon-pohon kejayaan Islam
DAKWAH INI AKAN TERUS MENGALIR MENUJU REDHA ALLAH
Jangan bersedih.
Dimana kita berada,
disitulah dakwah kita sebarkan
kita cari benih yang baik
kalau dapat benih
wahai mujahiddin,
diseluruh dunia, di mana sahaja kalian berada
buanglah rasa takut di dada kalian
meskipun kalian berasa sempit dan sedikit
Allah dan para malaikatNya
Akan menolong kalian
dari jalan yang tidak terduga-duga
ribuan langkah kau tapaki
pelosok negeri kau jelajahi
tanpa kenal lelah jemu
sampaikan firman TuhanMu
terik matahari
tak surutkan langkahmu
deru hujan badai
tak lenturkan azammu
lapangkanlah dada kami
dengan kurniaan iman
dan indahnya tawakal padaMu
hdupakan dgn makrifatMu
matikan dengan syahid di jalanMu
Engkaulah Pelindung dan Pembela
Dalam kenangan
Allahyarham KH Rahmat Abdullah
Khusyukkah Aku
Susah untuk mencapai khusyuk dalam apa yang sering aku lakukan, apatah lagi dalam solat yang merupakan nadi dan perancang kehidupan yang paling utama. Jiwa akan jadi resah dan gementar kerana kekalutan terhadap kehidupan yang sering diselaputi perkara mungkar dan maksiat.
Firman Allah Taala :
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.
Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (29 : 45 )
Sering terngiang di minda, tafsiran ayat ini yang secara jelas menunjukkan kepada manusia
akibat dari kelalaian dan kecuaian terhadap solat, manusia akan terdedah dengan tipu helah dunia, segala maksiat yang berwajah keji dan hina. Apa saja kemaksiatan bukannya berpunca dari pelbagai ancaman dan cabaran luaran. Tetapi muncul kesan dari lemahnya penghayatan terhadap kandungan solat. Kefardhuan solat datang bersama disiplin bagi manusia untuk diikuti, untuk dicontohi. Didatangkan pula bersama murabbi agung penghulu segala Rasul dan Nabi sebagai teladan memandu insan.
Tiada yang lebih penting dari keutamaan menunaikan solat, bersujud dan bertasbih menghadap Tuhan Pencipta dunia. Keutamaan solat dilakarkan dalam klimaks perjalanan Rasul SAW dalam mencipta modal insan yang kamil. Malahan kita telah maklumi bagaimana diwahyukan solat kepada Nabi SAW oleh Yang Maha Khaliq, secara terus berdepan Allah SWT.
Betapa Rasul SAW mengalami perit dan jerih dalam mentafsirkan kehidupan bertemakan Solat. Dalam perlakuan dan perbuatan, dalam diam dan berkata-katanya. Kesemuanya bersumberkan disiplin solat.
Ingatkah kita pada perjalanan mulia Rasul SAW, Israk Mikraj. Suatu keadaan Nabi melihat
sekumpulan orang yang sedang memecahkan kepala mereka. Setiap kali dipecahkan, kepala mereka sembuh kembali, lalu dipecahkan pula. Demikian dilakukan berkali-kali. Jibrail memberitahu Rasulullah: Itulah orang-orang yang berat kepala mereka untuk sujud (sembahyang).
Ya. Itulah yang disaksikan oleh Rasul SAW, disampaikan pada kita untuk dijadikan pengajaran. Dan berbagai lagi keadaan manusia yang berkesudahan baik dan buruk. Berpadanan dengan tugas Rasul SAW sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan untuk manusia.
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. –Al A’raf ( 7 : 205)
Dan tika dunia di penghujung usia, Aku masih jauh dari nikmat solat, kapan akan dirasai keimanan yang dirasai Rasul dan para sahabat. Kapan mahu dihalusi kenangan indah dalam solat.
Dan suatu ketika seorang perempuan bongkok tiga menahan Rasulullah untuk bertanyakan sesuatu. Kata Jibrail: Itulah gambaran umur dunia yang sangat tua dan menanti saat hari kiamat.
Tentunya keresahan wujud kerana kemaksiatan yang sering dilakukan. Lalu ia terus mencacatkan kekhusyukan dalam solat. Aku mohon agar dijauhkan dari kemungkaran diri dan manusia, kedengkian nafsu dan amarah diri, sifat mazmumah yang sering merosak peribadi.
Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, ampunilah segala dosaku, laksana buih di laut memutih, hanyut ditelan gelombang nafsu.
Moga Allah dekatkan hati pada ketakwaan di dunia
Moga Allah dekatkan kita bersama Penghulu umat
Untuk berkarya tidak kira puncanya, sama ada yang di lihat, yang di dengar, mahupun yang dirasa, semuanya kena asal berguna, malahan untuk berkarya, tidak kira tempat dan ketika, tidak perlu saat gembira atau berduka hiba,
SmizanSaidin
Khusyukkah Aku
Alfatah_mujahid06@yahoo.com.my
Langgan:
Catatan (Atom)
Setiap orang yang berusaha untuk meninggikan kalimah Islam boleh menggunakan segala yang ada padanya seperti harta benda, jiwa raga, pena (penulisan), dan lisan (dakwah).
-Sayyid Abul 'Ala al Maududi-
-Sayyid Abul 'Ala al Maududi-